
Brussel (UNA/QNA) – Bapak Jassem Mohammed Al-Budaiwi, Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Negara-negara Arab Teluk, dan Ursula von der Leyen, Presiden Komisi Eropa, hari ini membahas di ibu kota Belgia, Brussel, dampak dari eskalasi berbahaya yang terjadi di kawasan tersebut.
Kedua belah pihak menekankan pentingnya de-eskalasi dan mencapai solusi yang langgeng melalui diplomasi dan dialog, serta pentingnya melibatkan negara-negara GCC dalam setiap proses negosiasi, karena mereka merupakan pihak kunci dan terdampak oleh perkembangan yang terjadi.
Al-Badawi menyampaikan apresiasinya kepada Uni Eropa dan lembaga-lembaganya atas upaya dan sikap mereka, mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk, dan atas pernyataan resmi yang dikeluarkan.
Sementara itu, Presiden Komisi Eropa menyatakan dukungannya terhadap posisi Uni Eropa terkait sikap GCC mengenai serangan-serangan ini.
Pertemuan tersebut juga meninjau beberapa topik, terutama menindaklanjuti hasil KTT pertama para pemimpin negara-negara GCC dan kepala pemerintahan negara-negara anggota Uni Eropa, yang diadakan pada Oktober 2024 di Brussels, dengan judul “Kemitraan Strategis untuk Perdamaian dan Kemakmuran”, di samping cara-cara untuk meningkatkan prospek hubungan Teluk-Eropa, untuk mencapai tujuan dan kepentingan bersama yang diinginkan, dan menindaklanjuti perkembangan terbaru dari program aksi bersama untuk periode (2022-2027).
(sudah selesai)



