
PUTRAJAYA (UNA/BERNAMA) – Malaysia mengutuk serangan yang terus berlanjut terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon dan menyampaikan belasungkawa kepada Spanyol menyusul kematian seorang penjaga perdamaian Spanyol yang bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon.
Dalam pernyataannya, Malaysia menyatakan solidaritasnya dengan UNIFIL dan mengutuk keras serangan yang terus berlanjut yang menargetkan pasukan penjaga perdamaian PBB..
Dia mengatakan: “Serangan-serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dan warga sipil ini adalah akibat langsung dari pelanggaran kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon oleh rezim Israel, dan tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun.”
Pemerintah Malaysia menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga dan pemerintah Spanyol menyusul kematian seorang pasukan penjaga perdamaian Spanyol Kamis lalu akibat luka-luka yang diderita dalam insiden di dekat Marjeyoun di Lebanon selatan pada 3 Juni.
Dia juga menyampaikan harapannya agar para pasukan penjaga perdamaian dari El Salvador dan Spanyol yang terluka dalam insiden yang sama segera pulih.
Kementerian tersebut menambahkan: “Malaysia mendesak diakhirinya kekerasan ini dan menyerukan kepada semua pihak untuk mematuhi hukum humaniter internasional, untuk memastikan keselamatan pasukan penjaga perdamaian PBB dan warga sipil di Lebanon.”



