Laporan dan wawancara

Malaysia.. “Bintang dari Timur” melanjutkan perjalanan 60 tahun kemakmuran ekonomi dan penguatan perdamaian internasional

JEDDAH (UNI) - Pada bulan September ini, Malaysia merayakan 60 tahun berdirinya negara tersebut pada tahun 1963, dan sejak itu terus memperkuat posisinya di tingkat Asia dan global sebagai “Bintang dari Timur” yang bersinar dengan kecepatan dan keistimewaannya. perkembangan.

Malaysia adalah salah satu negara dengan perekonomian global dan Asia terbesar dengan produk domestik bruto lebih dari 406 miliar dolar AS, menurut angka sejak tahun 2022.

Sejak pembentukannya diumumkan 60 tahun yang lalu, Malaysia telah menyaksikan banyak perkembangan ekonomi, sosial, politik, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi dan digital, serta pembangunan infrastruktur modern yang menjadikan negara ini pusat dari banyak landmark terkenal di dunia, termasuk ikon gedung pencakar langit tertinggi kedua di dunia.

Mengingat kepemimpinan ekonominya di kawasan Asia Tenggara, Malaysia menduduki peringkat ke-12 dalam daftar Indeks Daya Saing Global untuk tahun 2023, di tengah ekspektasi bahwa Malaysia akan kembali bergemuruh sebagai Macan Asia seiring dengan perkembangan baru, terutama di bawah pemerintahan persatuan. pemerintah.

Menurut Bank Dunia, Malaysia adalah salah satu negara dengan perekonomian paling terbuka di dunia, dengan rata-rata rasio perdagangan terhadap PDB lebih dari 130% sejak tahun 2010.

Keterbukaan terhadap perdagangan dan investasi memainkan peran penting dalam penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan pendapatan, dimana sekitar 40% pekerjaan di Malaysia terkait dengan aktivitas ekspor.

Bank Dunia mengindikasikan bahwa perekonomian Malaysia sedang mengalami peningkatan, dengan pertumbuhan rata-rata mencapai 5.4% sejak tahun 2010, menunjukkan bahwa perekonomian Malaysia diperkirakan akan mencapai transisi dari perekonomian berpendapatan menengah atas ke perekonomian berpendapatan tinggi pada tahun 2024. .

Wakil Dekan Departemen Bakat dan Penelitian Fakultas Bisnis, Ekonomi dan Pembangunan Universitas Terengganu Malaysia, Profesor Nazli Aziz, mengatakan selama enam puluh tahun terakhir, Malaysia telah menyaksikan perkembangan ekonomi dan transformasi dari negara agraris menjadi negara agraris. negara yang bergantung pada industri dan jasa, mengikuti praktik keterbukaan ekonomi di tingkat global.

Ditambahkannya, dalam konteks kehadiran negara bagian Sabah dan Sarawak yang merupakan Federasi Malaysia, dampak utamanya adalah perluasan wilayah, perairan, dan atmosfer negara, yang memungkinkan Malaysia meningkatkan diversifikasi kegiatan ekonomi di negara tersebut. negara seperti perikanan, pelayaran, pertambangan, pariwisata dan sektor lain yang bergantung pada ekonomi biru.

Malaysia adalah pemimpin pasar global dalam industri makanan halal, dan menduduki peringkat pertama dalam Indeks Ekonomi Islam Global selama sembilan tahun berturut-turut.

Pada tahun 2022, total nilai ekspor halal mencapai sekitar $13 miliar, memberikan kontribusi 7.4% terhadap PDB negara.

Malaysia juga dianggap sebagai pusat teknologi global, karena ukuran pasar TIK di Malaysia diperkirakan mencapai US$25.29 miliar pada tahun 2023, dan diperkirakan akan mencapai US$36.42 miliar pada tahun 2028, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 7.57% sesuai perkiraan. periode (2023-2028).

Selain kekuatan ekonominya, Malaysia juga memainkan peran penting di tingkat global dalam kerangka kebijakan luar negerinya yang dirancang untuk menghadapi berbagai tantangan sesuai dengan pendekatan konstruktif yang bertujuan untuk meningkatkan stabilitas dan perdamaian internasional.

Menurut Kementerian Luar Negeri Malaysia, kebijakan luar negeri Malaysia sebagian besar dipengaruhi dan dibentuk oleh tiga faktor utama: lokasinya yang strategis di Asia Tenggara, karakteristiknya sebagai negara dagang, serta demografinya yang unik.

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tetap menjadi landasan kebijakan luar negeri Malaysia, dan pembentukan Komunitas ASEAN pada tahun 2015 telah secara signifikan meningkatkan pendekatan dan keterlibatan Malaysia di tingkat regional.

Malaysia terus mempromosikan kebijakan luar negeri yang berwawasan ke depan dan pragmatis yang memfasilitasi perdagangan, menarik investasi asing, serta memproyeksikan Malaysia sebagai negara yang stabil dan damai.

Sebagai anggota aktif Perserikatan Bangsa-Bangsa, Malaysia berkomitmen penuh terhadap multilateralisme dalam mempromosikan perdamaian, keamanan, dan kemakmuran global.

Dalam hal ini, rekam jejak Malaysia dalam operasi pemeliharaan perdamaian di bawah pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan bukti dedikasinya dalam melaksanakan mandat komunitas internasional untuk memajukan perdamaian dan keamanan global.

Sebagai negara dengan mayoritas umat Islam yang besar, Malaysia juga mementingkan penguatan solidaritas bangsa Islam dalam kerangka Organisasi Kerja Sama Islam.

Melalui organisasi-organisasi ini, Malaysia berupaya memperkuat kerja sama antara negara-negara Selatan di satu sisi dan antara negara-negara berkembang dan dunia Islam di sisi lain.

Dalam menanggapi kompleksitas urusan global dan perluasan hubungan internasional, perilaku Malaysia tetap berpedoman pada prinsip-prinsip penghormatan terhadap kemerdekaan, kedaulatan, integritas wilayah, tidak campur tangan dalam urusan negara lain, dan penyelesaian konflik secara damai. perselisihan, selain berupaya untuk mendorong hidup berdampingan secara damai dan saling menguntungkan dalam hubungan.

(sudah selesai)

Berita Terkait

Pergi ke tombol atas